Timer merupakan suatu rangkaian pewaktu / detak. pada rangkain ini kita dapat mengatur waktu sesuai yang kita inginkan dengan mengganti nilai R2 sesuai rumus dibawah:
R2 = 0.72
p.r.f x C
p.r.f = Perekuensi Pengulang Pulsa
C = Nilai Kapasitor
Counter merupakan rangkaian logika sekuensial. Hal ini dikarenakan counter membutuhkan karakteristik memori. Pewaktu (timer) memegang peranan penting dalam pengoperasian counter.
Rangkaian Logika terbagi menjadi dua kelompok yaitu :
Ø Rangkaian logika kombinasional
Rangkaian logika kombinasional adalah rangkaian yang kondisi keluarannya
(output) dipengaruhi oleh kondisi masukan (input).
Ø Rangkaian sekuensial.
Rangkaian logika sekuensial adalah rangkaian logika yang kondisi keluarannya dipengaruhi oleh masukan dan keadaan keluaran sebelumnya atau dapat dikatakan rangkaian yang bekerja berdasarkan urutan waktu. Ciri rangkaian logika sekuensial yang utama adalah adanya jalur umpan balik (feedback) di dalam rangkaiannya.
Gerbang logika merupakan dasar pembentukan sistem digital. Gerbang logika beroperasi dengan bilangan biner, sehingga disebut juga gerbang logika biner.
Tegangan yang digunakan dalam gerbang logika adalah TINGGI atau RENDAH. Tegangan tinggi berarti 1, sedangkan tegangan rendah berarti 0.
Transistor berasaldarikata Transfer dan Resistor, transfer artinyamengalihkanataumembuatperubahansedangkan resistor adalahsuatubahan yang tidakdapatmenghantarkanaruslistrik.
Jadi Transistor adalahmerubahbahan yang tidakdapatmenghantarkanaruslistrikmenjadibahanpenghantaratausetengahpenghantarataudisebutjugabahansemikonduktor.
Dioda merupakan piranti non-linier karena grafik arus terhadap tegangan bukan berupa garis lurus, hal ini karena adanya potensial penghalang (Potential Barrier).
Ketika tegangan dioda lebih kecil dari tegangan penghambat tersebut maka arus dioda akan kecil, ketika tegangan dioda melebihi potensial penghalang arus dioda akan naik secara cepat.
Induktor adalah komponen listrik/elektronika yang digunakan sebagai beban induktif. Fungsi pokok induktor adalah untuk menimbulkan medan maknet. Induktor berupa kawat yang digulung sehingga menjadi kumparan.
Kemampuan induktor untuk menimbulkan medan magnet disebut konduktansi. Satuan induktansi adalah henry(H) atau milihenry (mH). Induktor memiliki sifat menahan arus AC dan konduktif terhadap arus DC.
Kapasitor (Kondensator) yang dalam rangkaian elektronika dilambangkan dengan huruf "C" adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi/muatan listrik di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kapasitor ditemukan oleh Michael Faraday (1791-1867). Satuan kapasitor disebut Farad (F)
Kapasitansi didefinisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk dapat menampung muatan elektron. Coulombs pada abad 18 menghitung bahwa 1 coulomb = 6.25 x 1018 elektron. Kemudian Michael Faraday membuat postulat bahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuat muatan elektron sebanyak 1 coulombs.
Semikonduktor tipe-p atau tipe-n jika berdiri sendiri tidak lain adalah sebuah resistor. Sama seperti resistor karbon, semikonduktor memiliki resistansi. Cara ini dipakai untuk membuat resistor di dalam sebuah komponen semikonduktor. Namun besar resistansi yang bisa didapat kecil karena terbatas pada volume semikonduktor itu sendiri.
Bahan pembuatan sebuah resistor juga selanjutnya akan menjadi jenis resistor tersebut. Sebuah resistor tetap dapat terbuat dari senyawa karbon yang biasa disebut dengan resistor karbon dengan kisaran resistansi 10Ω hinnga 10M Ω, resistor logam dengan kisaran resistansi 1Ω hingga 1MΩ, oksida logam dengan kisaran resistansi 10Ω hinnga 1MΩ, lilitan kawat keramik dengan kisaran resistansi 0,47Ω hingga 22KΩ dan lilitan kawat kaca dengan kisaran resistansi 0,1Ω hingga 22KΩ.